My Blog

My WordPress Blog

MENGAPA ADA ISTILAH SASAENG DALAM DUNIA K-POP

MENGAPA ADA ISTILAH SASAENG DALAM DUNIA K-POP

Dikalangan penikmat musik Kpop dan para pecinta idol Korea, kata sasaeng fans sudah tidak asing lagi. Di Korea Selatan penggemar yang melanggar batas sampai mengganggu kehidupan pribadi sang idola bahkan membuatnya merasa terancam. Belum ada sumber yang menyebit secara pasti istilang sasaeng di pakai di negeri Gingseng. Namun, dalam kutipan The Korea Times. Sasaeng sudah mulai sejak era 1990 an. “Orang-orang terutama remaja, di Korea tak punya banyak kesempatan untuk menikmati aktivitas budaya, yang bisa percaya jadi satu dari faktor krusial yang melahirkan banyak sasaeng,” kata profesor psikologis di Seoul National University, Kwam Keum-joo oada Korea Times. Sasaeng dalam bahasa korea punya arti kehidupan pribadi, tapi dalam kasus ini diartikan sebagai penggemar obsesif. “Dulu mereka hanya penonton televisi dan mendengarkan Kpop, bukan menikmati sejumlah hobi seperti bermain alat musik atau berolahraga. Mereka tidak meikmati aktifitas selain ‘Fangirling’ atau ‘Fanboy’, itulah mengapa mereka terobsesi dengan satu-satunya idol sampai ke titik yang bisa mengganggu sang bintang”. Kwak mengatakan media juga punya tanggungjawab atas fenomena ini, sebab media terlalu fokus pada hallyu dan Kpop akhir-akhir ini, membuat orang tidak bisa mengapresiasikan keberagaman.

“Hallyu adalah kebanggaan nasional yang ditekankan saat ini, seperti yang dibuktikan oleh grup NCT, tapi itu juga membuat ‘sasaeng’ dan obsesi merajalela, yang menurut kami adalah efek negatif dari demam Kpop”. Hingga saat ini, dunia Kpop sudah memasuki generasi keempat, sasaeng masih mengintai kehidupan pribadi para idol. Bahkan, perilaku mereka semakin mejadi-jadi karena adanya kemajuan teknologi yang membantu mendapatkan iformasi. Misalnya, mereka semakin menjadi-jadi mulai daro paspor hingga tempat duduk bintang idola mereka di pesawat. Parahnya mereka akan membeli bangku tepat disamping sang idola demi berdekatan. Sebagian ‘sasaeng’ mengejar sang bintang seharian, sebagian menunggu di depan rumahnya. Para pengge,ar ini telah membuat para bintang terusik sejak 1990-an ketika grup idol seperti H.O.T. memulai tenar di Korea.

Kwak mendeskripsikan tingkah laku sasaeng sebagai self display dibanding delusional disorder. “Meskipun diantara sesama penggemar, mereka berkompetensi agar menonol dan mendapatkan perhatian lebih dari idolanya. Mereka ingin membanggakan diri (bahwa) mereka berbeda,” ucap Kwak. Meski mereka berhasil mengumpulkan informasi pribadi mengenai sang idola dengan cara apa pun, mereka teteao merahasiakannya. Sebab, karir orang yang akan mereka cinta bisa hancur bila informasi itu dibocorkan. Selain itu, mereka juga enggan berbagi informasi karena yang mereka incar adalah keeksklusifan. Para agensi menejemen juga kerap khawatir bisa ‘sasaeng’ membocorkan hal-hal sensiif mengenai pesohor. Namun, karena ‘sasaeng’ juga dianggap bagian dari penggemar, jika agensi salah merespon, penggemar juga berkurang.

Tindakan hukum tidak dianggap solusi tebaik. Menguntit salah satu hal yang sering dilakukan ‘sasaeng’, dianggap pelanggaran kecil di Korea, dendanya hanya 100.00 won (Rp1,2 juta). “Kini selebritas harus lebih tegas”, kata Kwak.”Mereka boleh menerima apapun yang diberi penggemar, entah itu kado atau perhatian, tapi memberi panduan pembatasan resmi.” Para sasaeng yang terkenal dengan kegiata mereka yang doyan menguntit semua kegiatan idol mereka. Usut punya usut kegiatan menguntit ini sengaja mereka lakukan karena caper alias cari perhatian. Bahkan tak sedikit para sasaeng ini bertindak ekstrim demi mendapatkan perhatian dari sang idolanya. Banyak ido Kpop yang merasa takut dan tidak nyaman terhadap ‘sasaeng’ sasaeng yang terlalu terobsesi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*